Mbah Moen Dapat Pengawalan Khusus Saat Cium Hajar Aswad

Mbah Moen Dapat Pengawalan Khusus Saat Cium Hajar Aswad

Sebuah video yang memperlihatkan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang sedang mencium Hajar Aswad viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, dalam video berdurasi 21 detik itu, Mbah Moen terlihat mendapatkan pengawalan khusus dari petugas keamanan Masjidil Haram (askar) ketika hendak mencium batu hitam itu.

Mengenakan sarung, baju dan serban putih, serta serban berwarna hijau yang disematkan di lehernya Mbah Moen semula dipapah dua orang dari kursi rodanya. Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu kemudian diarahkan untuk menuju ke Hajar Aswad.

Pada saat yang bersamaan, beberapa askar terlihat sedang menahan para jamaah lainnya di Masjidil Haram dengan sekuat tenaga agar mereka tidak mendekat ke Hajar Aswad, mengingat Mbah Moen sedang menuju ke sana. Ketika sampai di depan Hajar Aswad tepat, Mustasyar PBNU itu kemudian ‘memasukkan’ kepalanya dan mencium batu hitam itu sebanyak tiga kali.

Namun demikian, tidak diketahui kapan kejadian itu berlangsung dan dalam rangka apa –berhaji atau berumrah- Mbah Moen melakukannya.

Sebagaimana diketahui, Hajar Aswad adalah batu hitam yang awal mulanya berasal dari surga. Semula dikatakan kalau Hajar Aswad berwarna putih, namun karena dosa-dosa manusia yang menciumnya maka kemudian batu ini berubah menjadi hitam.

Mencium dan mengusapkan tangan pada Hajar Aswad merupakan salah satu dari syariat agama. Hal ini sesuai dengan kisah Sayyidina Umar bin Khattab yang mendatangi Hajar Aswad dan kemudian menciumnya. Ketika itu, Sayyidina Umar mengatakan bahwa dirinya mencium batu hitam itu karena Nabi Muhammad juga melakukannya.

“Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” Kata Sayyidina Umar dalam sebuah hadits riwayat Bukhari.

Disebutkan bahwa Hajar Aswad memiliki banyak keistimewaan. Diantaranya Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini, menjadi saksi bagi siapa saja yang menyentuhnya pada hari kiamat nanti, memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah, Hajar Aswad sebagai ‘tangan Allah’ di bumi, dan lainnya.
Baca Juga
ARTIKEL PILIHAN

Post a Comment