10 Sunnah Wudhu dan Dalilnya : Lakukan untuk Wudhu yang Sempurna! | Kabar Santri

0 Comment

Sunnah Wudhu - Untuk mendapatkan wudhu yang sempurna, sebagaimana wudhu yang biasa dilakukan oleh Rasululloh SAW, selain dengan melakukan rukun-rukun wudhu secara tertib, kita juga harus melakukan beberapa sunnah dalam berwudhu. Apakah yang dimaksud dengan sunnah wudhu itu? Sunnah wudhu adalah perkara-perkara dalam wudhu yang apabila ia dilakukan, maka akan mendapat keutamaan, sedangkan apabila tidak dilakukan tidak mengurangi keabsahan dari wudhu yang dilakukan. Nah, di kesempatan artikel kali ini kami secara khusus akan membahas tentang apa saja sunnah-sunnah dalam berwudhu tersebut lengkap dengan disertai dalilnya. Silakan disimak!

Sunnah Wudhu

Banyak muslim yang menganggap bahwa sunnah wudhu hanyalah sebatas mencuci tangan, berkumur-kumur, dan membersihkan hidung saja. Padahal lebih dari itu, ternyata sunnah dalam wudhu mencakup 10 perkara yang bahkan hingga kini masih banyak muslim yang belum mengetahuinya.

 sebagaimana wudhu yang biasa dilakukan oleh Rasululloh SAW 10 Sunnah Wudhu dan Dalilnya : Lakukan untuk Wudhu yang Sempurna!

1. Membaca Basmalah di Permulaan

Sunnah wudhu yang pertama yaitu membaca basmalah di awal permulaan wudhu. Sunnah ini didasari oleh adanya dalil yang menyebutkan bahwa setiap pekerjaan dan ibadah sebaiknya dimulai dengan bismillah agar mendapat keberkahan. Dalil tersebut berupa hadist yang diriwayatkan Ibnu Hibban berikut ini:
“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillaahir-rahmaanir-rahiim, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya” (HR. Ibnu Hibban)
Ada pula pendapat yang menganggap bahwa membaca basmallah di permulaan wudhu hukumnya wajib. Pendapat ini didasari oleh sabda Nabi berikut ini:
“Tidak ada (tidak sah) wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah ketika berwudhu.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan Abu Dawud)

2. Memakai Siwak (Kayu Aroq)

Sunnah wudhu berikutnya adalah membersihkan gigi dan mulut menggunakan siwak. Apakah siwak itu? Siwak adalah serat kayu aroq yang dapat digunakan untuk membersihkan rongga mulut dengan cara menggosoknya. Siwak merupakan sikat gigi tradisional yang memiliki banyak keutamaan, termasuk jika digunakan setiap kali berwudhu.
Sunnah menggunakan siwak saat wudhu berasal dari  hadist yang datang dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:
“Seandainya tidak menyusahkan umatku tentulah aku telah perintahkan mereka bersiwak bersama setiap wudhu.”

3. Membasuh Tangan

Membasuh telapak tangan hingga ke pergelangan juga termasuk sunnah wudhu yang dilakukan pada permulaan wudhu. Sunnah ini didasari oleh riwayat dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi RA yang berkata:
“Aku melihat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berwudhu, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencuci dua telapak tangannya sebanyak tiga kali”. (HR. Ahmad dan Nasa’i)

4. Menyela-nyela Jari

Saat membasuh tangan, disunnahkan pula untuk menyela-nyela jari agar bersih dari kotoran. Sela-sela jari memang tempat berkumpulnya daki, terlebih bila kita sehabis bekerja. Adapun dalil yang mendasari sunnah ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh
Laqith bin Shabarah RA berikut ini:
Ya Rasulullah, jelaskanlah padaku perihal (tatacara) wudhu?" Beliau Saw bersabda, "Sempurnakanlah wudhu dan sela-selailah antara jari-jari, serta kuatkanlah dalam beristinsyaq (menghirup air dengan hidung), kecuali jika kamu berpuasa." (HR Abu Dawud)
Atas dasar hadist ini, maka menyela-nyela jari juga sunnah dilakukan pada jari-jari kaki.

5. Kumur dan Berintinsyak

Berkumur kumur dan berintinsyak dimaksudkan untuk membersihkan rongga mulut dan hidung. Berkumur-kumur dikerjakan hingga menyentuh pangkal tenggorokan. Sementara istinyak dikerjakan dengan memasukan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya. Berkumur dan berintinsyak sebaiknya dilakukan secara berbarengan sebanyak 3 kali.[Baca Juga : Tata Cara Wudhu yang Benar]

6. Tastlis

Apakah yang dimaksud dengan tastlis? Tastlis adalah mengulang setiap gerak basuhan dalam wudhu (baik yang merupakan rukun, maupun yang bersifat sunnah) sebanyak 3 kali. Tastlis termasuk sunnah wudhu karena didasari adanya hadist yang bersumber dari Utsman RA.
Utsman RA berkata "Maukah kalian aku perlihatkan cara berwudhu Rasulullah?" Kemudian beliau berwudhu dan masing-masing anggota wudhu dibasuh sebanyak 3 kali. (HR Muslim)

7. Membasuh Telinga

Membasuh telinga kanan dan kiri merupakan sebagian sunnah wudhu yang diajarkan oleh Rasululloh. Adapun caranya telah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas berikut:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian dalam kedua telinganya dengan kedua jari telunjuknya dan kedua ibu jari mengusap bagian luar telingaa. Jadi, beliau mengusap bagian luar dan dalam dari dua telinga.” (HR. Ibnu Majah)

8. Menyela-nyela Jenggot

Bagi Anda yang berjenggot, disunnahkan pula untuk menyela-nyela jenggot Anda menggunakan jari ketika sedang membasuh muka saat berwudhu. Sunnah ini didasari oleh riwayat Utsman RA yang menyebutkan bahwa:
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada menyela-nyela jenggotnya” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Cara menyela-nyela jenggot ketika berwudhu adalah dengan meraup air dan meletakannya di bawah dagu, baru kemudian menyela dagunya yang berjenggot menggunakan jari.

9. Mendahulukan bagian Kanan (Tayyamun)

Mendahulukan bagian tubuh kanan dari bagian tubuh kiri juga termasuk sebagai sunnah berwudhu. Sunnah ini didasari dalil hadist yang berasal dari Ibnu Abbas RA. berikut ini:
 "...Kemudian beliau mengambil seciduk air lalu membasuh tangan kanannya. Kemudian mengambil seciduk air untuk membasuh tangan kirinya. Kemudian mengusap kepalanya. Kemudian mengambil seciduk air yang terhampar di bawahnya dan membasuh kaki kanannya, lalu menciduk lagi guna membasuh kaki kirinya..." (HR Bukhari)

10. Membaca Doa

Dalam kitab bidayatul hidayah karangan Imam Ghozali, dijelaskan bahwa setiap gerakan mengusap anggota wudhu, mulai dari tangan sampai kaki, hingga sesudah wudhu, disunnahkan bagi kita untuk membaca doa-doa sebagai bentuk dzikir kepada Alloh. Bagi Anda yang belum hapal lafal doa-doa tersebut, Anda bisa menuju artikel kami yang membahas doa-doa gerakan dan doa setelah wudhu di artikel ini.

Nah, demikianlah kumpulan sunnah sunnah wudhu lengkap dengan dalil yang menguatkannya. Semoga bisa bermanfaat dan sampaikanlah ilmu ini ke sahabat dan rekan Anda, agar mereka juga tahu dan bisa ikut mengamalkannya secara penuh. Semoga bermanfaat!

Loading...

Post a Comment Disqus

 
Top