Widget HTML Atas

Karomah Kyai Anwar Nur, Pendiri Pp Annur Malang

Pondok Pesantren Annur menyelenggarakan program besar, program yang biasanya digelar dua tahun sekali dan secara bergiliran ditempatkan di annur 1, annur 2, dan annur 3. Acara ini bertajuk HAUL AKBAR KH. ANWAR NOOR, pendiri pondok pesantren Annur Bululawang Malang.
Sengaja program ini mendatangkan KH. DR. Hasyim Muzadi sebagai pembicara utama, alasannya yakni dia yakni salah satu murid mbah Yai Anwar, sehingga dibutuhkan wejangan yang disampaikan oleh mbah Yai kepada Cak Hasyim dapat ditularkan kepada santri-santri yang lain.
KH. Hasyim dengan mata berkaca-kaca menceritakan kesabaran, keuletan, keistiqomahan, dan kehebatan mbah Yai Anwar. Beliau juga mengakui bahwa yang berperan penuh terhadap kehidupan dan sepak terjangnya yakni mbah Yai Anwar. Dulu, sekitar tahun 1971 dia diperintahkan oleh mbah Yai untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan perwakilan rakyat provinsi Jawa Timur. Cak Hasyim agak setengah yakin dengan proposal tersebut, alasannya yakni pada ketika itu calon yang ada sudah berjumlah sepuluh orang sesuai dengan junlah dewan perwakilan rakyat yg dibutuhkan. Akhirnya, dengan niat mengikuti petuah guru dia mencalonkan diri dan berada di urutan 11. Menjelang hari pelantikan, ternyata calon dengan nomor urut 2 meninggal dunia, sehingga secara otomatis nomor urut cak Hasyim naik ke no 10 dan dia dilantik menjadi DPR. Subhanallah!!!
Setelah hidup yummy dengan banyak sekali akomodasi dan derma negara, cak Hasyim dipanggil oleh mbah Yai ke Bululawang. Sesampainya di kediaman mbah Yai, cak Hasyim diperintahkan oleh mbah Yai untuk melepaskan diri dari jabatan dewan perwakilan rakyat dan seluruh jabatan yang didudukinya (sebagai dosen IKIP, penasehat aturan Kebon Agung, dsb) dan hanya boleh makan dari hasil ngaji (ceramah, undangan, dsb) selama 1000 hari. Tak pelak, perintah ini mengagetkan cak Hasyim, bahkan sempat menciptakan geger keluarganya. Mengapa? Sebab, ia diharuskan hijrah dari sesuatu yang sudah niscaya menuju sesuatu yang belum pasti. Akhirnya, dia mengikuti perintah mbah Yai tersebut. Usut punya usut, ternyata fenomena ini yakni untuk mempersiapkan cak Hasyim sebagai Kyai yang dapat mendirikan pondok pesantren. hitung2 masa 3 tahun (1000) hari ini sebagai tirakatnya.
Mbah Yai merupakan sosok yang bertanggung jawab penuh. Setelah menyuruh cak Hasyim melepaskan semua jabatannya, mbah Yai berkata: ” Kalau kau tidak dapat menghidupi anak isterimu, akulah yang akan menanggunnya”. Ternyata, setiap kali cak Hasyim kehabisan uang, beras, lauk pauk dsb, mbah Yai tiba sendiri ke Cengger Ayam dengan membawa beras dan lauk-pauknya. Yang aneh, sesuai penuturan cak Hasyim, kok dapat pas waktunya (beliau tiba membawa beras, mesti pas saya gak punya apa2). Subhanallah!!!
Setelah 3 tahun berlalu, romo Yai tiba ke Cengger Ayam dan mengajak cak Hasyim jalan-jalan di sekitar tempat itu. Kemudian di satu tempat (sekarang telah menjadi Pondok Cengger Ayam) mbah Yai berhenti dan berkata pada cak Hasyim: pak Hasyim, kau mendirikan pondok di sini tempatnya. Cak Hasyim sangat kaget alasannya yakni tanah yang ditunjuk oleh mbah Yai bukan miliknya, melainkan milik orang lain. Tapi, ternyata benar ndawuh romo Yai. di tempat itulah pondok pesantren KH. Hasyim Muzadi bangun dengan megah hingga sekarang.Subhanallah!!!
Masih banyak lagi karomah mbah Yai Anwar Noor, pendiri pondok pesantren Annur Bululawang, yang mungkin tidak diketahui oleh cak Hasyim dan hanya diketahui oleh santri yang lain…
Ya Allah, mengingat dan mengenang jasa mbah Yai menciptakan mata ini tak kuasa meneteskan air mata…
يا الله….. اللهم اجعلني مثله في العلم والعمل والمال…..
Ya Allah, jadikan saya menyerupai mbah Yai Anwar dalam urusan ilmu, amal, dan harta…
Amiiinnn….!

http://

helminawali.blogspot.com/
2011/05/karomah-mbah-yai-anwar-noor-pendiri-pp.html?zx=3f24c597cfb2a669

No comments for "Karomah Kyai Anwar Nur, Pendiri Pp Annur Malang"