Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Sayyid Alawi, Imam Masjidil Haram Hafidz Qur’An Sesudah Makan Ludah Gurunya

Sayyid Alawi, salah satu dari Pilar pengajar masjidil haram pernah bercerita wacana dirinya. “Aku menghafal Al Qur'an di tangan guruku As-Syekh Hassan As-Sunari.”


Syekh Hasan yakni Ahlul Qur'an, tidak pernah meninggalkan sedikitpun dari waktunya, kecuali selalu membaca Al Qur'an. Bahkan hingga dari lekatnya Al Qur'an didadanya, dia tidak pernah mengkosongkan diri dari Al Qur'an,, kecuali Saat di kamar mandi. Konon dia jikalau di kamar mandi,, dia selalu menggigit lidahnya hingga sampai lidahnya berlobang terkena gigitan. Agar tidak hingga membaca Al Qur'an di kamar mandi.

Konon dia tegas dalam mendidik murid muridnya. Termasuknya Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki. Saat itu Sayyid Alawi berumur antara 7/8 tahun, sudah menghafal Al Qur'an (adat ulama arab) di tangan As-Syekh Hasan As-Sunari.

Pernah pada suatu hari tidak dapat masuk alasannya yakni sakit, sehingga beberapa hari absen. Ketika dia masuk pribadi diperintahkan untuk mengulangi murojaah hafalan. Tapi alasannya yakni tidak siap, dia salah dalam membaca.

Begitu terlihat tidak dapat membaca, pribadi As-Syekh Hasan As-Sunari memukul wajahnya. Akhirnya hidungnya, wajahnya berdarah, dia menangis pulang.

Begitu pulang dalam keadaan menangis dan berdarah, ibunya (As-Sayyidah Aisyah Kurdiyah) murka besar pingin melabrak Syekh Hasan (andaikan saja dia lelaki). Dan ketika itu sempurna As-Sayyid Abbas tidak ada di rumah. Dan ketika As-Sayyid Abbas datang, sang ibu pribadi lapor pada ayahnya dan meminta supaya As-Sayyid Abbas melabrak malam ini juga.

Tapi Sayyid Abbas mendengar dongeng itu dengan tanpa emosi dan berkata:

طيب،، بكرة،، طيب بكرة. ماهو في يوم بكرة ..؟؟

Oya. Besok. Besok, bukan kah esok masih ada?

Keesokan harinya Sayyid Abbas mengajak Sayyid Alawi kerumah As-Syekh Hasan. Pada ketika itu As-Syekh Hasan sedang membaca Al Qur’an, mushaf ada diatas dua pahanya.

Begitu terlihat yang tiba yakni Sayyid Abbas, pribadi As-Syekh gemetar takut (konon As-Sayid Abbas ketika itu menjabat sebagai Qodhi, dan sering menjadi delegasi keluar negeri. Disamping orang 'Allamah, kaya, tubuh tegap dan di segani).

Sayyid Abbas mengucap salam dan masuk dengan hormat dan pribadi duduk dibawah dingklik sang syekh. Lalu dia menyuruh duduk Sayyid Alawi.

اجلس أمام شيخك يا ولدي.

Setelah Sayyid Alawi duduk. Sayyid Abbas berkata:

قبل رجلي شيخك.

Cium kaki Syekh mu.

Lalu kakinya sang syekh dicium, usang sekali, menciptakan sang Syekh as-Sunari bergetar menangis. Setelah itu sang syekh berkata:

قم يا علوي..!! وافتح فمك
ففتح السيد علوي فمه،، وبصق الشيخ فم السيد...
وقال : والله منذ ذا الحين،، اللى فى قلبي في قلبك.

Buka lisan mu nak!. Setelah itu, dia Meludahi lisan Sayyid Alawi dan berkata: Mulai sekarang, apa yang ada didalam hatiku ada didalam hatimu.

Sejak dari insiden itu, Sayyid Alawi dapat pribadi hafal, dan umur  9 sudah hafal, kemudian dia dijadikan salah satu dari imam masjid haram.

Hikmah:
1.Kesadaran orang renta pada perjuangan guru yang berusaha mengangkat derajat anaknya. Maka perjuangan apapun yang dilakukan sang guru mustahil lepas untuk mashlahat anaknya. Maka jangan hingga tidak terima dengan perlakuannya.

2.Tawadhu' dari orang renta kepada Murobbi. Jangan hingga masih memandang pada pangkatnya. Hendaknya orang renta bertawadu' pada guru anaknya.

3.Kesabaran murid akan membawa keberhasilan.

Bagikan ke