Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi Untuk Tunda Aturan Pancung

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi Untuk Tunda Aturan Pancung

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya dia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait perkara pembunuhan di Arab Saudi.

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan hukuman terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda.

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak mampu tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati.

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia.

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya pencetus tapi juga langsung praktik, bertindak.

"Seperti perkara TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya ketika mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”.

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu.
Tulis Komentar
close