Habib Alwi bin Ahmad Jamalullail Membangun Masjid Secara Gaib

Habib Alwi bin Ahmad Jamalullail Membangun Masjid Secara Gaib

Layaknya kehidupan pada zaman Nabi Muhammad SAW yang mengalami kesulitan dan penuh rintangan dalam menyebarkan ajaran Islam, Habib Alwi bin Ahmad Jamalullail atau yang biasa disebut Habib mangga dua juga merasakan hal yang seirama. Dalam berdakwah ia dihimpit kekuatan penjajah Belanda.

Tak banyak buku yang menceritakan sejarahnya, tapi menurut cerita singkat, takmir Masjid Nurul Abrar, yang dikutip dari cerita masyarakat setempat, kala itu belanda tengah menguasai tanah air dan melarang segala bentuk kemajuan yang dianggap sebagai bentuk pembangkangan.

Saat itu Habib Alwi melalaikan perlawanan terhadap tentara belanda dan tetap menjalankan misi untuk menyebarkan agama Islam di Jakarta.

"Habib Alwi bersama sahabatnya turut mengalami hambatan dari Belanda terutama dari kawasan mangga dua" kata Hamdi saat ditanya tim Kabarsantri.com

Nama mangga dua sendiri diambil dari dua pohon buah mangga yang besar dan kemudian dipopulerkn oleh Habib Alwi bin Ahmad. Kala itu, dibawah pohon tersebut dijadikan berkumpul Sayyid Abubakar dan sahabatnya guna membangun strategi melawan penjajah dan menyebarkan ajaran Islam tanpa diganggu pihak belanda.

Habib Alwi bersama sahabatnya berhasil merebut sebuah rumah tinggal belanda dan mengubahnya dengan membangun masjid, yang kini bernama Masjid Nurul Abrar.

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, sang Habib saat itu memiliki karomah dapat membangun Masjid yang dikuasai Belanda tanpa terlihat. Yang menjadi keajaiban saat itu adalah belanda seperti dibutakan dan tidak dapat melihat Habib yang sedang membangun masjid. Masjid Nurul Abrar dulu tempat tinggal kompeni, tetapi berhasil direbut Habib Alwi saat melawan penjajah. Ini juga bentuk bahwa Habib Abubakar berhasil menguasai daerah Mangga Dua.

Saat di bangun, masjid Nurul Abrar tak seluas saat ini tak lebih dari 300 m. Akan tetapi seiring berjalanya waktu, masjid dipugar oleh keturunan Habib Alwi dan diperluas. Yang menjadi terheran heran oleh pengurus masjid adalah pondasi yang menjadi dasar bangunan masjid.

Saat ingin memperluas pembangunan tak ditemukan pondasi sebagaimana layaknya bangunan biasa.

"Di dasar tanahnya itu tidak ada pondasi beton, saya juga bingung darimana Habib Alwi bin Ahmad Jamalullailr bisa membangun masjid tanpa menggunakan pondasi sebagai dasar bangunan dan hingga saat ini bangunan masjid ini bisa berdiri kokoh" ucap takmir masjid Nurul Abrar

Banyak masyarakat setempat yang meyakini bahwa Masjid Nurul Abrar peninggalan Habib Alwi ini merupakan masjid keramat yang terdapat empat pilar mempunyai cerita yang menarik.

Baca juga: