Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Terungkap, Ini Alasan Gus Miek Sering Pakai Kacamata Hitam


Nama orisinil dia yaitu Hamin Tohari Djazuli (1940-1993). Tidak menyerupai kiai pada lazimnya yang berdakwah kepada santri-santri di pesantrennya atau masyarakat di sekitarnya. Beliau berdakwah ke tempat-tempat pelacuran, ke sarang-sarang penyamun dan bajingan. Bahkan, waliyullah sekelas Kiai Hamid (KH. Abdul Hamid Pasuruan) mengaku tidak bisa berdakwah ala Gus Miek.

Sebagaimana sosoknya yang nyeleneh dan nyentrik, medan dakwahnya pun nyentrik alias tidak lazim. Medan dakwah dia jauh dari kamera dan media. Hampir tiap malam dia menyusuri jalan-jalan di kota-kota Jawa Timur, mampir di warung kopi, nimbrung dengan tukang-tukang becak, keluar masuk night club atau dugem, berbaur dengan lonte-lonte dan mucikari yang masih dalam kegelapan jalan akhirat.

Pernah suatu ketika Gus Farid (putra K.H. Ahmad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya. “Bagaimana perasaan Gus Miek perihal wanita? tanya Gus Farid. “Aku setiap kali bertemu perempuan walaupun secantik apa pun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja. Jadi, jalan untuk syahwat tidak ada,” jawab Gus Miek.

Gus Farid juga menanyakan perihal kebiasaan Gus Miek menggunakan beling mata hitam baik itu di jalan maupun dikala bertemu dengan tamu. “Apabila saya bertemu orang di jalan atau tamu, saya diberi pengetahuaan perihal perjalanan hidupnya hingga mati. Apabila saya bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk, maka saya menangis, maka saya pakai beling mata hitam semoga orang tidak tahu bahwa saya sedang menagis,” jawab Gus Miek. [dutaislam.com/ed/gg]

Sumber :dutaislam.com

Bagikan ke

0 komentar: