Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Terungkap! Cadar Hanya Perintah Khusus Untuk Para Istri Nabi


Polemik penggunaan cadar beserta hukumnya disorot secara historis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim.

Menurut Direktur Sufi Center Jakarta itu, tidak satu pun riwayat hadits, walau sekadar hadits dho'if (lemah) yang menjelaskan bahwa cadar digunakan oleh para wanita di zaman Nabi Muhammad SAW.

“Itu hanya perintah khusus untuk para istri Nabi SAW saja,” ungkap Kiai Luqman Hakim ketika dihubungi NU Online, Senin (12/3).

Dalam banyak sekali riset yang dilakukan para ulama, lanjut Kiai Luqman, tak satu pun ditemukan para istri sahabat Nabi Muhammad yang bercadar.

“Dan tentu model cadar sebelumnya sudah ada sebagai adat model berpakaian,” tegas Doktor lulusan University of Malaya Kuala Lumpur ini.

Sebagaimana tradisi perayaan satu suro juga sudah ada semenjak pra-Islam, sambungnya, demikian juga dengan tradisi bekam.

“Begitu juga tradisi cadar,” terperinci Kiai Luqman merujuk pada cadar sebagai sebuah tradisi di zaman pra-Islam.

Bahkan, menurutnya, bagaimana komunikasi Nabi dengan wanita di zamannya, tak satu pun riwayat yang menjelaskan perempuan-perempuan harus bercadar.

“Termasuk mereka yang sedang berbisnis di pasar ketika itu atau yang sedang membantu jihad,” ungkap kiai yang sudah menerjemah 6 kitab dan menulis 13 buku ini.

“Semua kembali pada maqashidul ahkam yang lebih jauh bagi peradaban kemanusiaan,” sambung Kiai Luqman.

Maksud dari maqashidul ahkam, imbuhnya, ialah tujuan utama disyariatkannya suatu hukum. Kaprikornus tidak harus terpaku pada alasannya yaitu dan akhir aturan atau illat hukum.

“Ayat ihwal cadar tidak untuk kaum Muslimah secara umum. Kaprikornus bukan syariat untuk umum. Harus dibedakan antara ayat ihwal jilbab dan ayat ihwal cadar,” tandas Kiai Luqman. (Fathoni)

Sumber :nu.or.id

Bagikan ke

0 komentar: