Gus Mus: Allah Dan Para Nabi Memuliakan Manusia

Gus Mus: Allah Dan Para Nabi Memuliakan Manusia


Para Nabi yaitu insan yang memuliakan insan dan memperlakukan insan sebagai manusia. Bahkan Yang Mahakuasa Sang Pencipta alam semesta juga semenjak awal memuliakan manusia. Demikian dinyatakan KH Mustofa Bisri ketika mendapatkan penghargaan Hak Asasi Manusia dari Yayasan Yap Thiam Hien di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (24/1) malam.

Menurut Gus Mus, dalam pedoman Islam, landasan utama dalam memuliakan dan memanusiakan insan terdapat dalam kitab Suci Al-Qur'an yang berbunyi Wa laqod karromna banii aadama yang artinya Yang Mahakuasa semenjak awal memuliakan manusia. (QS. 17:70).

Lebih lanjut Gus Mus menjelaskan, dirinya bukanlah orang yang mengagungkan HAM alasannya yaitu didengungkan oleh orang-orang Barat. Namun dirinya hanya memperjuangkan terciptanya keadilan bagi siapa pun manusia. Itulah yang sesuai dengan pedoman agama Islam dan pedoman para gurunya.

Dalam nada kelakar Gus Mus menyatakan, "Saya ini tidak tahu HAM alasannya yaitu pendidikan saya hanya sedikit lebih rendah dari Bu Susi (Susi Pujiastuti/Menteri Perikanan dan Kelautan). Bu Susi simpulan SMP, sedang saya hanya hingga kelas satu Madrasah Tsanawiyah (setara kelas 1 SMP)."

"Saya ini ndak tahu apa itu HAM, nasionalisme, dan lain-lain alasannya yaitu semenjak kecil saya dididik di pesantren. Saya hanya diajari bahwa Indonesia yaitu rumahmu, maka kau harus jaga. Jangan rusak rumahmu dan jagalah rumahmu dari gangguan orang lain," terang Gus Mus disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Lebih lanjut, Gus Mus menandaskan, ketidakadilanlah yang menciptakan orang murka dan kemarahan itulah yang menciptakan orang bersikap ekstrem.

"Maka kuncinya yaitu bagaimana keadilan ditegakkan supaya tidak menjadikan kemarahan dan tindakan ekstrem lainnya," tandasnya.

Penghargaan Yap Thiam Hien sendiri diserahkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti sebelum Gus Mus memberikan sambutannya. (Syaifullah Amain)

Sumber :nu.or.id

ARTIKEL MENARIK LAINYA:

Buka Komentar
close