As'ad Said Ali: Gus Dur Jadi Presiden Alasannya Ialah Khittah Nu

As'ad Said Ali: Gus Dur Jadi Presiden Alasannya Ialah Khittah Nu

Pemikiran KH Ahmad Shiddiq sosal wawasan kebangsaan dibedah di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Putera, Talangsari, Jember, Jawa Timur, Rabu (31/1). Acara yang betanjuk "Halaqah Aktualisasi Pemikiran KH Ahmad Shiddiq wacana Wawasan Kebangsaan" tersebut, antara lain menghadirkan narasumber H. As'ad Said Ali.


Waketum PBNU 2010-2015 itu menyatakan betapa luasnya wawasan KH Ahmad Shiddiq terkait dengan masalah kebangsaan. Pemikirannya mencakup aqidah, syari'ah, tasawuf, Khittah NU 1926, hubungan agama dan Pancasila, sarat dengan nilai-nilai kebangsaan.

"Karena itu, sangat penting bagi kiai dan kader NU untuk membaca dan memahami pedoman Kiai Ahmad Shiddiq," jelasnya.

Menurutnya, KH Ahamd Shiddiq banyak berperan dalam "menetralisir" aneka macam problem kebangsaan yang menyeret dua kekuatan dalam posisi berhadap-hadapan secara radikal.

Dengan konsep tawassuthnya, KH Ahmad Shiddiq bisa menjadi penengah dalam perseteruan dua kelompok yang berbeda.

"Ketika kelompok kiri dan kanan bertikai, maka negara niscaya butuh tawassuth," lanjutnya.

Yang cukup fenomenal, kata As'ad, yakni pedoman KH Ahmad Shiddiq terkait Khittah NU 1926.

Dikatakannya, Khittah NU 1926 telah bisa mereposisi NU dalam bingkai yang benar. Semula, NU bagaikan camilan manis yang selalu menjadi rebutan kekuatan partai politik, sampai menciptakan NU tak fokus pada kiprah tanggungjawab sosialnya. Tapi berkat kembali ke khittah NU 1926, posisi NU kembali diperhitungkan.

"Salah satu buah Khittah NU, Gus Dur bisa jadi Presiden RI," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

ARTIKEL MENARIK LAINYA:

Buka Komentar
close