Ziarah Kubur dan Membacakan Ayat Al-Quran Untuk Orang yang Sudah Meninggal Sangat Dianjurkan

Ziarah Kubur dan Membacakan Ayat Al-Quran Untuk Orang yang Sudah Meninggal Sangat Dianjurkan

Dalam pendapat para ulama dikatakan bahwa "boleh"  membaca Al-Qur'an di kuburan sebagaimana termaktub dalam ktab ar-Ruh (bab Membaca Al-Qur'an di sisi kuburan).  Ibnu Qayyim mengisahkan, bahwasanya al-Hasan bin Ash-Shabah az-Za'farani al-Baghdadi mengatakan sesungguhnya ia pernah bertanya kepada Imam asy-Syafi'i perihal membaca Al-Qur'an di sisi kuburan.  Lalu Imam asy-Syafi'i menjawab hal itu di perbolehkan.

Dari penjelasan tersebut sangat jelas bahwa ziarah kubur dan membacakan Al-Qur'an di perbolehkan,  itupun yang memperbolehkan ulama besar, ulama sekaligus Imam dalam mahzab.

Sebenarnya saya (admin) malas sekali  menulis tentang kajian ini, karna bisa saja menimbulkan selisih faham dengan orang yang beda pendapat dan keyakinan, tapi tetap tulis biar tidak ada dusta diantara kita, kalaupun masih tidak sependapat dengan penjelasan penjelasan ini,  janganlah bilang sesat, bid'ah, tidak ada di jaman Nabi, atau apalah,  tapi setidaknya kita tidak menyesatkan, menjelek jelekkan sesama muslim, hargai pendapat orang lain,  meskipun beda pendapat marilah saling merangkul sesama muslim.

Kembali ke pembahasan.
Imam Syafi'i mengemukakan,  orang orang Anshar bila ada yang meninggal dunia mereka berebut untuk membacakan Al-Qur'an di dekat kuburanya. Abu Yahya an-Naqid mengtarakan,  bahwasanya ia pernah mendengar al-Hasan bin al-Jawari mengatakan "suatu ketika aku lewat di depan kuburan saudara perempuanku.

Akupun teringat akan dia. Lalu aku membacakan sufat Al-Mulk.  Tiba-tiba,  seorang menhampiriku kemudian berkata" aku bermimpi, ia mengatakan bahwa Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada Abu Ali,  sebab ia merasakan manfaat dari apa yang di bacakan itu." Al-Hasan bin Haitsam mengatakan,  bahwa ia pernah mendengar Abu Bakar bin al-Athrusy berkata,  "seorang datang ke kuburan ibunya pada hari Jumat lantas membacakan surat Yassiin. Setelah itu, ia berdoa, 'Ya Allah,  sekiranya engkau berkenan memberi pahala atas bacaan surat ini, berikanlah pahala tersebut kepada para penghuni kuburan ini" Roh merasa bahagia berkat bacaan ini.

Dengan begitu,  roh ingin segera bertemu dengan Allah Ta' ala, dan Allah pun merasa senang bertemu denganya. Surat Yaasiin merupakan jantung Al-Qur'an. Surat ini memiliki khasiat yang sangat menakjubkan, manakala dibaca dekat orang yang sedang sakaratul maut. Juga sangat dianjurkan untuk menalqin (menuntun seseorang yang sedang sakaratul maut dengan bacaan La ilaha illallah.

Sedangkan Abu Faraj bin al-Jauzi menuturkan, bahwa kami berada di dekat Syaikh Abul Waqt Abdul Awwal, di saat menjelang kematianya. Itulah saat terakhir kami berada di dekatnya. Ketika itu ia memandang ke langit. Ia tersenyum seraya membaca, alangkah baik sekiranya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan tuhanku berkenan mengampuni dan menjadikanku termasuk orang orang yang di muliakan.

Membaca surat Yaasiin di dekat orang yang sedang mengalami sakaratul maut merupakan kebiasaan yang dilakukan  baik oleh orang orang terdahulu maupun sekarang, bahkan sebelum Indonesia merdeka pun sudah ada, jadi jangan sekali kali memfatwa kalau ziarah atau membaca Yaasin kepada orang yang sedang sakaratul maut atau pun orang yang sudah meninggal itu sesat.

Para sahabat pun memahami sabda Rasulullah, "Bacakanlah yaasiin kepada orang orang mati diantara kalian" itu sebagaimana membaca Yaasiin di dekat kuburan. Maka sudah tentu mereka tidak akan meninngalkan hal itu. Dan akan menjadi suatu kebiasaan di kalangan mereka. Bolehnya membaca Al-Qur'an di kuburan juga disebut dalam kitab Fathul Mu'in, pada hamisy i'anatuth thalibin, juz III, halaman 112, mengenai boleh dan sahnya memberi upah kepada orang yang membaca Al-Qur'an di kuburan.

Imam Asy-Syafi'i dan ashhab-nya juga menyatakan sunnah membaca apa yang mudah di sisi jenazah/mayat, dan berdoa sesudahnya. Karena ketika itu lebih diharapkan di terima, dan karena mayit mendapat berkah bacaan seperti orang hidup yang hadir.

Beberapa kalangan tertentu dalam umat ini masih ada yang menganggap melakukan seperti khataman Qur'an untuk orang yang sudah meninngal adalah Bid'ah/inovasi. meskipun Ibnu Taimiyah dalam kitab Fatawa (juz24/324) menyatakan "sampai kepada mayat (pahala) bacaan dari ahli keluarganya, bacaan tasbih, takbir dan bacaan dzikir yang mereka baca karena Allah Ta'ala, bila pahala bacaan tersebut dihadiahkan kepada mayat".

Ibnu Hajar al-Asqalani juga memberi keterangan dalam kitab Fathul Bari, juz 1, halaman 332. "sesungguhnya makna padanya, bahwa kayu itu bertasbih selama masih basah. Maka hiasilah keringanan dengan barakah tasbih. Dan atas dasar inilah maka meliputi hal tersebut akan tiap-tiap sesuatu yang ada pada basah dan pada pepohonan dan lainya. Dan seperti demikian juga, sesuatu yang ada pada barokahnya, seperti dzikir, dan pembacaan Al-Qur'an tentu lebih utama".

Bagaimana saudaraku?  apakah kalian masih mau membantah pernyataan ulama sekelas Imam Syafi'i, Ibnu hajar Asqalani, Ibnu Taimiyah?

Berbeda pendapat boleh, tapi ketika tidak sepaham jangan langsung memfatwa sesat, musrik, bid'ah. Setidaknya pahami dulu kenapa si fulan melakukan hal seperti itu, jangan langsung memfatwa sesat dll.
Tulis Komentar
Press Enter to Search