Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Tips Islami Saat Meminang

Menikah merupakan Sunatullah sebagai bagian dari ajaran Islam. Sebelum menikah ada proses pinangan atau meminang atau juga dikenal dengan istilah khitbah.

Khitbah atau pinangan merupakan proses yang harus dilalui sebelum melakukan akad nikah. Khitbah sifatnya meminta izin untuk menikahi perempuan atau laki laki yang dikehendaki. Tetapi pinangan tidak disertai dengan akad nikah, meskipun ada beberapa orang melakukanya, sebagaimana di jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 235 sebagai berikut.

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَٰكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Artinya : "Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."

Sebelum menikah seseorang harus saling mengenal pasanganya. Ini bertujuan agar keduanya bisa saling mengenal, menyayangi dan mencintai, serta tidak menyesal karena salah pilih. Jika dianalogikan, pinangan seperti ketika booking ticket tidak harus menempati kursi tersebut, tetapi untuk mengamankan agar penumpang lainya tidak menduduki kursi tersebut.

Ada dua wanita yang tidak boleh dipinang, pertama, wanita tersebut tidak memiliki halangan yang melarang di langsungkanya pernikahan. Seperti wanita yang sedang dalam masa iddah. kedua, wanita tersebut belum dipinang laki laki lain secara sah.

Etika Meminang

Islam pun mengatur proses meminang ini

Pertama, Laki laki meminang melalui wali perempuan, ini khusus untuk perempuan yang masih single, yang membutuhkan wali nikah

Kedua, laki laki meminang langsung kepada perempuan janda. Ini khusus bagi perempuan yang sudah pernah menikah. 

Ketiga, perempuan meminang laki laki saleh, boleh dilakukan secara langsung atau melalui perantara pihak lain agar menyampaikan pinangan tersebut. 

Keempat, Khitbah dengan sindiran di masa iddah (karena suaminya meninggal). Sindiran itu misalnya laki laki mengatakan kepada seorang janda "Saya ingin menikah dengan perempuan salehah atau mudah mudahan Allah memudahkan saya untuk mendapatkan istri salehah".

Tidak ada standar khusus untuk meminang. Tetapi agar pinangan dapat diterima selayaknya seorang peminang membekali dirinya, seperti ketulusan niat, serta kemampuan fisik dan finansial. Pilih calon yang sekufu, baik kecantikan, harta, keturunan, maupun agamanya. Tidak kalah pentingnya, mendapatkan restu orang tua. Lakukan komunikasi yang lancar dengan orang tua, lakukan pendekatan kepada orang tua sejak awal, dan mendialogkan perbedaan dengan cara yang baik.

Selanjutnya , perkenalkan diri anda , begitu pula sebaliknya, jangan saat khitbah kedua calon tidak saling mengenal. Bila perlu, libatkan orang yang dipercaya ketika khitbah sedang dalam proses. Teman calon bisa kita jadikan referensi/tempat bertanya tentang dirinya. Setelah semua siap, iringi dengan doa dan tawakal, menyerahkan diri kepada Allah SWT, serta lakukan sholat istikharah untuk mendapatkan pilihan.

Batasan Melihat 

Saat khitbah, di sunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang, dan melihat apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu. Tetapi para ulama berbeda pendapat, bagian mana sajakah yang boleh dilihat. Ada yang mengatakan hanya wajah dan telapak tangan, tetapi ada juga yang berpendapat boleh melihat bagian depan dan belakang.

Al-Mughirah bin Syu'bah ra pernah meminang seorang wanita, maka Rasulullah Saw berkata padanya, "Lihatlah wanita tersebut, Sebab hal itu lebih patut untuk melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua".

Tetapi ada hal hal yang perlu diperhatikan. Ketika pinangan datang dari seorang pria yang saleh, maka hendaknya seorang ayah menikahkan putrinya dengan pria tersebut. Seperti Hadist Nabi Saw , "jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnahdi bumi dan kerusakan yang besar."

Tidak ada salahnya seorang ayah menawarkan anaknya atau saudara perempuanya kepada orang saleh. Hal tersebut juga dilakukan para sahabat. Tetapi sudah sepantasnya, sebelum menerima pinangan atau menolak pinangan, terlebih dulu mengetahui siapa orang yang meminta tersebut.

0 komentar: