Ketika Abunawas Belajar dari Buah

Ketika Abunawas Belajar dari Buah

Abunawas yang sedang istirahat, duduk di sebuah pohon arbei, lama kemudian dirinya kejatuhan salah satu buahnya yang sudah mulai ranum. Padahal sebelum kejatuhan buah arbei, dirinya sempat mengeluhkan besarnya pohon arbei, tapi buahnya berukuran kecil.

Abunawas dikenal memiliki pemikiran yang cerdas dan hampir bisa dipastikan dirinya selalu memiliki solusi atas sebuah masalah yang dihadapi. Selain itu, Abunawas juga dikenal sebagai seorang saudagar buah buahan yang dipanen dari kebun miliknya sendiri yang cukup luas. Bahkan, saking luasnya kebun yang dimiliki Abunawas, sejauh mata memandang yang dilihat adalah permadani rerumputan hijau yang tumbuh subur.

Suatu hari Abunawas melakukan pengawasan terhadap kebunya tersebut. Dirinya berjalan menyisir kebunya, melewati tiap petak kebun yang ditanam berbagai macam sayur dan buah buahan segar. Abunawas sangat bangga dan bahagia melihat tanamannya yang tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas.

INSPEKSI KEBUN
Di siang hari yang cukup terik, perjalanan Abunawas yang sedang mengawasi lahan kebun miliknya pun terhenti disebuah petak dimana tumbuh subur pepohonan arbei. Abunawas memandangi dengan detail tiap bagian pohon arbei miliknya tersebut. Dirinya memperhatikan rantingnya, dedaunanya hingga buahnya yang nampak segar menggantung.

Puas mengamati tanaman disekeliling kebunya yang sudah mulai berbuah, Abunawas lantas menyantap bekal makanan yang sudah disiapkan istrinya. Pilihan menu yang dipilih oleh Abunawas kali ini memng yang bukan pedas pedas, tapi porsi nasinya lumayan banyak. Hal tersebut lantas membuat Abunawas menghentikan inspeksinya dan mengharuskan beristirahat sejenak.

Abunawas bersantai dibawah pohon arbei di kebunya. Dilihatnya seluruh kebun, terutama tanaman labu yang mulai berbuah besar besar dan ranum. Bukan Abunawas namanya jika dirinya hanya memandang saja. Seperti biasa, Abunawas pun merenungi buah buahan yang tumbuh segar dari kebun miliknya. Tiba tiba saja terlintas sebuah pemikiran di benak Abunawas.
"Aku heran, apa sebabnya pohon arbei sebesar ini hanya bisa menghasilkan buah yang kecil. Padahal, labu yang merambat dan mudah patah saja bisa menghasilkan buah yang besar besar" ujar abunawas.

KEJATUHAN BUAH ARBEI
Tak lama kemudian, angin kecilpun tertiup menghampiri Abunawas yang sedang istirahat seolah olah langsung menjawab pertanyaan yang ada dibenaknya. Ranting arbei pun bergerak dan saling bergesekan. Sesaat kemudian, sebiji buah arbei jatuh tepat dikepala Abunawas yang tidak bersorban.
loading...
"ah.. kurasa aku tahu sebabnya" ujar Abunawas.
Beruntung bagi Abunawas siang itu yang hanya kejatuhan buah arbei saat sedang istirahat. Bagaimana jadinya jika saat itu dirinya kejatuhan buah labu? Allah SWT menciptakan segala makhluk yang ada di muka bumi ini dengan kekurangan dan kelebihan masing masing dimana semua itu berjalan sesuai fungsinya.

Baca juga: