Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Desa ini Sangat Mengharap Bantuan Dari Pemerintah Untuk Pembangunan Jalan

Warga desa ini sangat mengeluhkan dengan keadaan jalan yang sama sekali tidak ada perbaikan jalan selama bertahun tahun. warga memprotes pemerintah dengan cara mengganti foto profil facebook mereka dengan foto jalan rusak. Ada juga yang langsung ngetwitt Gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo. Tapi jawaban dari pak gubernur sudah bisa di tebak.

Setiap warga yang awalnya ingin mencari solusi dengan pak gubernur, tapi setelah mendapat jawaban dari beliau mereka seakan lemes, karena jawabanya cuma "ada dana desa, gunakan" "sudah lapor kades?" "sudah usul kades/camat atau bupati?" inilah jawaban yang selalu di lontarkan dari pak gubernur ketika mereka ingin mencari solusi dengan ngetuitt langsung ke twitter resmi gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo.

Memang ada dana desa yang setiap tahun turun, tapi jika melihat situasi langsung itu tidak mudah atau tidak bisa secepat yang di harapkan warga. karena setiap dusun juga ingin sekali perbaikan, tapi yang paling penting adalah jalan yang menghubungkan dari dusun tegalombo ke suruh, itu sangat tidak layak sekali di lalui pengguna jalan, itulah mengapa warga dusun tegalombo dan sekitarnya kecewa karena selama 14 tahun tidak ada perbaikan sama sekali.

Padahal jalan tersebut adalah jalan utama untuk warga yang mau ke pasar, kerja, maupun sekolah, setiap harinya warga dusun tegalombo dan sekitarnya melewati jalan tersebut. Jalan tersebut adalah perbatasan antara Desa Krandon Lor dengan desa Suruh, Tapi mengapa pemerintah dari kedua desa tersebut seakan tidak peduli dengan kondisi jalan yang rusak itu?.

Protes inipun menjadi perbincangan hangat di daerah Suruh dan sekitarnya, bahkan sampai ke kodya salatiga. Banyak netizen menyayangkan karena pemerintah tidak responsif dengan protes warga yang kesal karena tiap hari melewati jalan yang tidak layak tersebut, banyak yang heran dengan kondisi jalan tersebut, disaat pembangunan yang sudah merata tapi jalan ini masih saja bagaikan sungai yang mengering.

Mungkin pemerintah masih sibuk dengan urusan yang lain, mungkin juga memang tidak mau memperhatikan daerah pelosok yang mungkin tidak dianggap penting. Cobalah dari dinas terkait meninjau langsung ke lokasi, rasakan setelah melewati jalan itu, mungkin akan berpikir tak lagi lagi melewati jalan sehancur itu.

Bayangkan saja selama 14 tahun warga yang selalu melewati jalan itu pasti kalau di tanya ada saja cerita setelah melewati jalan itu, dari ban bocor lah, perut mules lah jatuh kesawah lah. jalan itu kalau hujan sudah tidak bisa di lewati karena jalan tersebut di terjang banjir dari kali tepat di sebelah jalan tersebut. Kalaupun musim panas jalan tersebut berdebu dan batu batu berserakan menyebabkan bagi pengguna jalan tersebut banyak yang jatuh.kalaupun ada yang melewati jalan itu saat musim panas siapkan masker, untuk menutup hidung agar debu tak masuk ke paru paru.

Jalan tersebut dimiliki dua desa antara desa krandon lor dengan desa suruh, kalau kedua desa saling angkuh dan tidak ada komunikasi atau kerjasama yang baik saya yakin sampai kapanpun jalan tetap seperti itu. warga semakin terbebani. meskipun tidak ada kerjasama antar kedua desa, setidaknya minta Bupati turun tangan, kasih solusi agar warga tak terus terusan resah dengan pemandangan jalan itu.

warga meminta meskipun tidak langsung di bangun setidaknya pemerintah atau dinas terkait turun kelapangan langsung, diskusi dengan warga, mencari solusi bagaimana baiknya. Dan yang paling penting pemerintah atau dinas terkait biar merasakan langsung ketika melewati jalan itu.