Berdoa Dengan Mengangkat Tangan, Mengaminkan, dan Mengusapkan Kewajah Setelah Selesai, adakah tuntunannya?

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan, Mengaminkan, dan Mengusapkan Kewajah Setelah Selesai, adakah tuntunannya?

Sekarang banyak sekali orang yang mempermasalahkan tentang ajaran agama, banyak orang beranggapan hal yang baru di agama itu adalah bi'ah, tidak ada tuntunanya, tidak ada di Zaman Rasulullah. Alangkah baiknya sebelum kita memfatwa Bid'ah, tidak ada tuntunan, musrik dll, sebaiknya kita pahami dulu kenapa si "fulan" melakukan ajaran yang tidak ada di zaman Rasulullah.

Contohnya saja ketika orang tidak sepaham tentang Berdoa dan mengangkat kedua tanganya, ini juga banyak sekali di permasalahkan dari golongan tertentu bahwa mengangkat tangan ketika berdoa itu bid'ah, tidak ada tuntunanya dll.
Berikut penjelasan tentang mengangkat tangan ketika berdoa.

1. Sesungguhnya mengangkat tangan ketika berdoa merupakan salah satu adab / akhlaq ketika kita berdoa atau meminta kepada Allah swt.
Hal ini merupakan ajaran didalam Islam, sebagaimana sabda Baginda Nabi Muhammad saw :
عن مَالِكِ بْنَ يَسَارٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا سَأَلْتُمْ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلا تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا
Dari Malik bin Yasar ra., bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda : Jika engkau meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah dengan menggunakan bagian dalam dari kedua telapak tangan kalian, dan jangan engkau meminta kepada-Nya dengan menggunakan bagian luar dari telapak tangan kalian. (HR. Abu Dawud no. 1271)

Rasulullah mencontohkan mengangkat tangan ketika berdoa
عَنْ أَنَسٍ - رضي الله عنه - أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ لَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِى الْإِسْتِسْقَاءِ حَتَّى يرَى بَيَاض إِبْطَيْهِ
Dari Anas ra. bahwa Nabi Muhammad saw. tidak mengangkat tangannya terhadap sesuatu melebihi mengangkat tangan ketika Beliau memohon turun hujan, bahkan hingga tampak kulit putih dari ketiak beliau. (HR. Muslim no. 1491)

2. Begitupun dengan mengusap wajah dengan telapak tangan setelah selesai berdoa, juga merupakan ajaran dari Baginda Nabi Muhammad saw.
Hadits dari Ibnu 'Abbas ra.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ فَادْعُ بِبَاطِنِ كَفَّيْكَ ، وَلَا تَدْعُ بِظُهُورِهِمَا ، فَإِذَا فَرَغْتَ ، فَامْسَحْ بِهِمَا وَجْهَكَ
Dari Ibnu 'Abbas ra. berkata, Nabi Muhammad saw. bersabda : Jika engkau berdoa kepada Allah, maka berdoalah dengan menggunakan bagian dalam dari kedua telapak tangan kalian, dan jangan engkau berdoa dengan menggunakan bagian luar dari telapak tangan kalian. Dan apabila kamu telah selesai, maka usapkanlah telapak tanganmu tersebut kepada wajahmu. (HR. Ibnu Majah no. 1171)

3. Mengaminkan doa juga merupakan ajaran syariat Islam, bahkan hal ini menjadi salah satu faktor dikabulkannya doa.
Quran Surat Yunus : 89
قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا
(Allah) berfirman : Benar-benar telah dikabulkan doa kalian berdua.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT menunjukkan bahwa doa dari Nabi Musa dan Nabi Harun telah dikabulkan. Padahal ketika itu yang berdoa hanyalah Nabi Musa. Bagaimana penjelasannya ?
Imam Abu Ja'far Ath Thobari dalam Tafsir Thobari juz 7 hal 185 mengatakan :
إن الداعي وإن كان واحدًا ، فإن الثاني كان مؤمِّنًا، وهو هارون، فلذلك نسبت الإجابة إليهما، لأن المؤمِّن داعٍ
Sesungguhnya yang berdoa adalah satu orang (yaitu Nabi Musa), sedangkan orang yang kedua mengaminkan, yaitu Nabi Harun. Oleh karena itu doa tersebut dinisbatkan kepada mereka berdua karena orang yang mengaminkan doa itu sama seperti orang yang berdoa.
كان موسى يدعوا وهارون يؤمن
Sesungguhnya Nabi Musa berdoa dan Nabi Harun meng-amin-kan

Hadits dari Habib bin Maslamah ra.
عَنْ حَبِيْب بِنْ مَسْلَمَة سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : لَا يَجْتَمِعُ مَلَأٌ فيدعو بعضهم، ويؤمن سائرهم، إلا أجابهم الله
Dari Habib bin Maslamah, saya mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda : Tidak mungkin sekelompok orang berkumpul, kemudian salah seorang diantara mereka memimpin doa sedangkan yang lainnya mengaminkan doa tersebut, terkecuali pasti akan dikabulkan oleh Allah swt. (HR. Hakim dalam Mustadrok 'alas shohihain)

Kesimpulan
Jaga lisan kita dalam mengomentari sesuatu yang belum kita pahami. Terutama sesuatu yang diajarkan oleh Para Kyai dan Para Guru.
Ada beberapa kawan kita yang mudah sekali menuduh dengan kalimat "TIDAK ADA DALILNYA".
Ketahuilah "Tidak Ada Dalilnya" itu berbeda dengan "Tidak Tau Dalilnya".
Salahsatu contohnya adalah masalah mengangkat tangan ketika berdoa, mengaminkan, dan mengusap wajah setelah selesai berdoa, dimana amalan ini telah diamalkan oleh Para Ulama' dan akhir-akhir dihantam habis-habisan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Wal iyadzu billah. Padahal ternyata amalan ini merupakan sesuatu yang diajarkan langsung oleh Baginda Muhammad saw.
loading...

Baca juga: