Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Terima atau Lepaskanlah Cinta Dengan Penuh Keridha'an

"Cinta tak bisa dinanti-nanti, ambilah ia dengan keberanian atau lepaskan ia dengan penuh keridhaan." -Ali bin Abi Thalib

Rasanya pasti capek digantungin. Mencintai dalam kesendirian, dalam bisu dan angan. Menangis pilu, merengek pada Sang Ilahi. Wahai hati yang lara, janganlah kau simpan terlalu lama. Ia hanya akan mengakar penuh duri yang setiap diingat hanya akan mengalirkan bulir-bulir kenestapaan dan tenggelam dalam bayang-bayang lautan rindu. STOP! Cukup sampai disini!

Sembuhkan ia dengan keberanian memilih: mengambilnya atau.... melepaskannya.

Sebagaimana kisah Ali bin Abi Thalib yang melepas Fatimah dengan penuh keridhaan saat Abu Bakar datang melamar Fatimah. Wanita mana yang sanggup melewatkan sahabat Rasul yang begitu setia nan agung. Bahkan 10 sahabat rasul yang dijamin masuk surga banyak diantaranya berIslam karena Abu Bakar. Kecenderungan hati hanya Allah yang mampu memberikannya. Hingga akhirnya laki-laki sekaliber Abu Bakar DITOLAK.

Tak berhenti sampai disana. Setelah penolakan terhadap Abu Bakar, Umar bin Khattab maju untuk melamar. Perempuan mana yang mampu menolak Umar yang ketika dirinya lewat, setan langsung bergidik takut sehingga memilih jalan lain. Seorang pemimpin yang berhasil menyebarkam Islam ke 1/3 dunia. Cuma Fatimah yang mampu. Mau yang ngelamar sehebat apapun kalau emang bukan jodoh ya udah.. selesai. Aqidah, men, aqidah! Jodoh itu tentang aqidah, yakin ga?

Itulah kisah cinta Ali, yang pada akhirnya hanya lamarannya yang DITERIMA. Setelah perjalanan panjang mengikhlaskan dan meridhakannya.

"Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." (Umar Bin Khattab)

Jika belum siap, ikhlaskanlah. Jangan kau rampok takdirNya lebih dulu dengan kesoktahuan diri bahwa ialah yang terbaik bagi sang jiwa. Hingga dosa mengalir disetiap genggamannya, disetiap pelukannya, disetiap memandanginya.

Jika belum siap, ikhlaskanlah. Hingga Allah pertemukan kembali dalam ikatan suci nan syahdu. Jika tidak, berarti Allah siapkan yang lain yang mampu menyejukkan mata dengan melihatnya. Menenangkan hati dengan tutur katanya. Menghangatkan jiwa ketika bersamanya.

Silahkan di share