Pejabat yang Zalim Bertaubat Berkat Doa Ulama

Pejabat yang Zalim Bertaubat Berkat Doa Ulama

kealiman seorang ulama ternyata mampu menyadarkan seseorang dari kezaliman, karena takut di doakan yang buruk akhirnya seorang tersebut bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Bagaimana kisahnya?.

Pada zaman Abu Hasan bin Bisryi ada seorang pejabat kerajaan yang zalim. dia menarik pajak yang cukup besar kepada masyarakat. pejabat ini juga sangat semena mena, banyak orang benar dipersalahkan, sebaliknya orang yang jelas jelas salah dia bebaskan karena mempunyai hubungan baik.  

Pejabat Zalim
Tidak hanya itu, pejabat tersebut tidak segan segan berbuat zina di depan umum. Dia selalu mengajak rekan serta anak buahnya untuk menggauli wanita yang diinginkan. Namun pada suatu sore yang hangat, pejabat tersebut sedang duduk santai di dalam rumahnya yang sangat megah, kediamanya itu terletak di pinggir pantai, sehingga tampak keindahan pantai di sore hari. Ditemani dengan minuman segar serta buah buahan, pejabat tersebut nampak sangat menikmatinya, meskipun didalam rumah, namun pemandangan indah pantai di sore hari bisa dinikmatinya di dalam rumahnya. Ada sekelompok pemusik yang siap menghiburnya sewaktu waktu. Juga pelayan yang siap melayani perintahnya.

Sementara itu, di pintu rumah besar tersebut terdapat satu rombongan laki laki.Mereka mengumandangkan ayat-ayat suci Alquran dengan serentak. Rombongan tersebut ternyata Abu Hasan dan para pengikutnya, yang berniat untuk mengingatkan para pejabat. Saat romgbongan Abu Hasan sedang membaca ayat-ayat suci Alquran, muncul dari balik pintu seorang anak buah sang pejabat.

"Mengapa kalian berkumpul disini, kalian telah mengganggu kami, " bentak pengawal.
"Katakanlah kepada majikanmu, jangan melakukan kemungkaran. Kalau dia tidak mau tunduk dengan permintaan kami ini, kami akan membunuhnya." jawab Abu Hasan. Mendengar jawaban Abu Hasan tersebut, sang pengawal tampak terkejut dan gemetar. Kemudian dengan segera dia menghadap tuannya.

Saat pengawal itu datang, sang pejabat sedang menggigit anggur merah. Di samping kanan dan kirinya duduk dua wanita yang sangat cantik.
"Siapa mereka dan apa maunya," ujar sang pejabat.
"Mereka rombongan Abu Hasan, dia meminta tuan untuk tidak berbuat zalim dan mungkar lagi, kalau tidak mereka akan mengancam akan membunuh tuan," ujar sang pengawal denganraut muka khawatir.
"Braak, Hahaha, bagaiman dia bisa membunuhku? Aku dikawal oleh pasukan yang kuat lagi gagah berani, lagipula tentaraku banyak," ujarnya dengan congkak.

Diancam Dibunuh
Kemudian kata-kata tuannya itu disampaikan oleh pengawal tersebut kepada Abu Hasan yang masih berdiri di depan pintu rumah yang sangat mewah tersebut.
"Bagaimana kamu akan membunuh majikanku? Dia seorang pejabat yang dikawal pasukan yang kuat, berani dan banyak jumlahnya," jawab Abu Hasan dengan mantap.
"Apakah pedang malam itu?" tanya si pegawal tidak mengerti.
"Kami akan berdoa kepda Allah dengan mengangkat tangan setinggi-tingginya," jawsbAbu Hasan.
Kemudian si pengawal itu kembali lagi ke dalam riumah dan menjelaskan kepada tuannya tentang perkataan dari Abu Hasan. Mendengar penuturan dari pengawalnya, mendadak tubuh pejabat tersebut menjadi gemetar.Kemudian dia segera bangkit dari tempat duduknya.
"Kalau memang itu senjata yang digunakan untuk membunuhku, tak ada lagi kekuatan untuk menangkisnya, aku akan bertobat" ujarnya pada sipengawal.
Akhirnya Pejabat itupun menyadari kesalahannya selama dan kemudian dia benar-beanr bertobat.

Nah semoga dari kisah ini dapat jadi pembelajara bagi kita semua...

Baca juga: