Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Suka Pamer Harta, Saat Mati Jenazah Berat Ketika Hendak di Makamkan (kisah nyata)

Akibat enggan bayar hutang dan suka pamer harta, Tukimin (nama samaran) mati penuh keanehan. Selain jenazahnya menjadi semakin berat, ketika akan dimakamkan lubang kuburanya serasa lebih pendek.
Peristiwa tersebut terjadi beberapa tahun silam. Berdasarkan kisah yang diperoleh awalnya Tukimin salah satu warga semarang ini telah mengalami sakit sakit beberapa bulan lamanya. Sakitnya terhitung semakin parah tiga pekan sebelum ia meninggal dunia. Sakit komplikasi yang dideritanya mengantarnya menjemput ajal. Selayaknya perlakuan pada orang yang meninggal dunia, warga pun datang berbondong bondong untuk melayat kerumah Tukimin serta membantu mengurus jenazah dan pemakamanya. Tanpa ada yang memansu , warga langsung membagi tugas masing masing. Ada yang bertugas memandikan, mengkafani dan menyalati jenazah. Beberapa warga yang lain pun menuju ke area pemakaman umum di daerah tersebut untuk menggali kubur.
Seperti perhitungan semula, prosesi pemandian jenazah, mengkafani dan menyalati berlangsung  tanpa ada kendala. Tapi, begitu warga bergerak mengusung jenazahnya ke pemakaman keanehan langsung terjadi.
“waduh..., kok berat sekali..!” celetuk salah satu pengusung jenazah yang kebetulan kerabat almarhum.
Awalnya pengusung dan pengantar jenazah menganggap hal itu wajar dan hanya perlu ganti orang saja. Tapi befitu pergantian dilakukan, keluhan yang sama pun terdengar.
“iya ya.., berat sekali..!” celetuk pengusung jenazah lainya mengikuti celetuk pengusung jenazah lainya.
Mau tidak mau, sepanjang perjalanan menuju lokasi pemakaman, tak terhitung berapa kali pergantian pengusung jenazah dilakukan.
“waduh waduh, tidak biasanya ada jenazah seberat ini” ucap pelayat lainya menggambarkan kejadian saat itu.

JENAZAH MEMANJANG
Meski diwarnai aneka kasak kusuk dan dugaan keterkaitan akhlak almarhum dengan kejadian aneh itu, jenazah Tukimin pun sampai dilokasi pemakaman. Wargapun lega dan bisa bernafas dengan nyaman. Mereka yakin tidak akan ada keanehan lain yang akan terjadi.
Tapi dugaan itu meleset. Begitu jenazah akan dimasukkan kedalam kubur yang sudah disiapkan, warga kembali terhentak. Betapa tidak, lubang kubur itu tak cukup panjang untuk menerima jenazah Tukimin.
“loh loh, kok bisa jadi begini, tidak muat pak, angkat angkat..!” pekik salah seorang warga yang mendapat tugas memasukkan jenazah kedalam kubur.
“wah wah, pasti ada yang salah. Kami sudah mengukur tadi” seru salah satu penggali kubur .
Perdebatan pun sempat pecah antara warga dan keluarga. Beruntung suasana bisa diredam dan proses penggalian pun kembali dilakukan. Tapi tidak semudah itu, penggali kubur harus bekerja keras memperpanjang liang kuburkarena area itu penuh bebatuan. Seakan enggan dikubur atau ditolak bumi. Meski digali ulang, jenazah Tukimin seolah memanjang alias tidak bisa dimasukkan kedalam kuburnya.

GARA GARA HUTANG
Di batas usaha penggalian ulang, beberapa warga menawarkan solusi spiritual. Mereka mengambil kesimpulan bahwa keanehan itu ada kaitanya dengan perbuatan almarhum semasa hidupnya. Akhirnya ada salah satu warga berinisiatif mewakili  keluarga, meminta kepada warga yang hadir disana untuk memaafkan Tukimin .
Akhirnya salah satu warga menemui keluarganya dan menceritakan apa yang terjadi di pemakaman. Keluargapun resah, mereka berusaha mencari penyebabnya, ternyata dari hasil penelusuran keluarga, diperoleh info bahwa almarhum  pernah punya hutang yang belum dilunasi.
Setelah hutang tersebut dilunasi , keajaiban pun terjadi, prosesi pemakaman pun berjalan lancar. Tapi setelah pemakaman banyak warga yang berkasak kusuk mengaitkan keanehan itu dengan akhlak almarhum semasa hidupnya. Ternyata, selama hidupnya Tukimin memang dikenal suka pamer harta.

0 komentar: