KETIDAKJELASAN ARTI KEBENARAN

KETIDAKJELASAN ARTI KEBENARAN

  Sabda Rasulullah saw., diriwayatkan oleh Ma'qol bin Yasr ra,; "Akan datang zaman menimpa umat manusia, dimasa itu Al Qur'an sangat kering di hati para lelaki (umat) laksana pakaian usang di tubuh. Mereka hanya mengutamakan ketamakan yang disertyai kekhawatiran. Kalau mereka berbuat baik , maka mereka berkata ; amalku akan diterima...' dan kalu mereka berbuat jahat akan berkata ; 'Aku akan diampuni.."
  
Rasulullah mengabarkan bahwa mereka meletakkan ketamakan dalam ketakutan disebabkan kebodohan merekaakan ancaman ancaman Al-Qur'an, Al kisah yang sama terjadi pada umat nasrani,
  Firman Allah Ta'ala.
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?" Al-Araf ayat-169


  Sejak semula Al-Qur'an selalu memberi peringatan dan ancaman buat orang yak tidak merenungkanya. Kecuali susahnya akan lama dan teramat takut. Demikian ini kalau mereka sudah beriman, kemudian para manusia melecehkanya.

  Lihatlah..! mereka mengeluarkan Maghraj-maghraj Al-Qur'an, memperdebatkan sukun, rafa' atau nashab (bacaan dalam Al-Qur'an), yang laksana mereka hanya membaca sederetan syair orang orang Arab. Mereka tidak tertarik mempelajari lebih dalam tentang maknaya dan mengamalkan apa yang diserukan. Adakah semua makhluk tertipu melebihi tipuan ini !
  Masalah yang hampir sama terjadi pada golongan yang mencampuadukan antara kebenaran dan kebatilan. Hanya saja, kejahatan mereka lebih besar dan mereka mengharapkan ampunan, lalu mereka mengira timbangan amal baiknya lebih besar, sekalipun kejahatanya lebih besar. Mereka tidak merasakan , dan inilah puncak kebodohan.

 kemudian melihat orang orang bersedekah beberapa dirham dan barang haram atas halal, dari apa apa diambil dari orang islam atau barangsubhat, adalah lebih banyak dan berlipat lipat. Mungkin sedekah itu berasal dari harta orang orang islam. Dia mengandalkan sedekahnya dan menyangka bahwa sedekah 100 dirham dari barang haram mampu mengimbangi sedekah 10 dirham dari barang haram atau halal. Sama artinya meletakkan 10 dirham di daun timbangan dan 1000 dirham di timbangan lain, guna mengangkat daun timbangan berat dengan timbangan yang ringan, ini juga puncak dari kebodohan.

 Diantara mereka ada yang menyangka bahwa ketaatanya lebih banyak daripada maksiatnya. Mereka menganggap pekerjaan taatnya untuk memohon ampun kepada Allah Ta'ala dengan lidahnya atau bertasbih sehari 100 kali lalu menggunjing sesama muslim, dia sama dengan merobek harga diri mereka dan berbicara yang tidak diridloi Allah SWT sepanjang siang tanpa batas dan hitungan. Seribu kali bertasbih misalnya, iapun menggunjing 1000 kali bahkan lebih, Allah benar benar mencatat dan mengancam dengan siksa-Nya.
 Allah Ta'ala berfirman.
                                  مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. QOOF : 18)
  Orang orang semacam ini selalu mengandalkan tasbih tasbih dan tahlilnya tanpa mengoreksi (memandang) siksaan-Nya terhadap[ dosa dosa menggunjing, para pembohong, para pengadu domba serta para munafik. Dan banyak lagi bahaya bahaya lidah, dan jelas jelas sikapnya adalah tipuan murni.

  Andaikan para malaikat pencatat amal menuntut jasanya ketika mencatat penggunjing atau amalanya, sementara para penggunjing tetap aktif bertasbih, tentu amal amal tasbihnya tidak sekedar upah para malaikat. Semua itu tidak lain kecuali bencana besar bagi orang yang mau merenungkan. Sungguh, kita benar benar dibawa ke arah kekafiran yang selalu menentang, dan bila kita membenarkan kitapun akan ikut ikutan menjadi orang bodoh.
  Maka Maha Suci Allah. Lewat penjelasan ini telah dihantarkan  pada kesadaran dan yakin. Tuhan amat nyata dan jelas, untuk menguasakan semisal kelalaian dan tipuan terhadap beberapa hati, seharusnya sellalu takut dan hati hati terhadap semua tipu daya yang selalu mengutamakan angan angan batil dan dalil dalil syetan yang disertai hawa nafsu.

Baca juga: