Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Keutamaan dan Keistemewaan Bulan Sya'ban

Dinamakan bulan Sya'ban karena disana sangat banyak kebaikan. Sya'ban diambil dari lafadz "Asy Syi'bi" disebut jalan menuju gunung. Dan inilah yang disebut jalan menuju kebaikan.

Diriwayatkan melaui Abu Umammah Al Bahili ra. Bahwa Rasulullah saw bersabda : "Bilamana datang bulan Sya'ban, maka bersihkan dirimu dan perbaiki niatmu". Aisyah rh berkata (dalam shohehaini) : "Aku belum pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasanya sebulan kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau berpuasa sebulan lebih kecuali berpuasa bulan sya'ban." Dalam riwayat lain :"Rasulullah saw berpuasa penuh pada bulan sya'ban kecuali sedikit." Riwayat ini menjelaskan riwayat pertama, jadi yang dimaksud "penuh" ialah bagian yang terbesar.


Dijelaskan : sesungguhnya para malaikat di langit punya dua malam hari raya, sebagaimana orang orang islam di bumi punya dua malam hari raya. Dan hari raya para malaikat adalah malam "kebebasan" yakni malam Nisfu Sya'ban dan malam Lailatul Qadar. Dan hari raya orang orang mukmin ialah Idul Fitri dan Idul Adha.

Imam subhi menuturkan dalam Tafsir-nya : "sesungguhnya malam nisfu sya'ban bisa menutup dosa dosa setahun, malam jum'at bisa menutup dosa seumur hidup. Maksutnya menghidupkan malam malam tersebut dengan ibadah"

Imam Munzir meriwayatkan : "barangsiapa yang menghidupkan dua malam dan malam Nisfu sya'ban, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati mati." Katanta : malam tersebut  disebut malam "Syafa'at" sebab rasulullah pada saat malam 13 memintakan Syafaat untuk umatnya kepada Allah SWT. Dan Allah memberinya sepertiga. Rasulullah meminta pada malam ke 14. dan Allah memberikan seluruhnya kecuali orang orang yang lari dari Allah SWT seperti larinya unta : yakni lari menjauhi Allah Ta'ala dengan berbuat duhaka.

  Bisa disebut malam maghfirah (pengampunan). Ada riwayat Imam Ahmad bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah ta"ala menampakkan pada hamba hamba-Nya di malam nisfu sya'ban, lalu mengampuni semua penduduk kecuali dua orang pria : yakni orang musryrik dan orang pendendam."

Bisa disebut malam kemerdekaan : ada riwayat Ibnu Ishaq dan Annas ra. Bahwa Rasulullah saw pernah mengutusku ke rumah Aisyah ra untuk suatu keperluan, kataku kepada Aisyah ra: "Ya Unnais, malam nisfu sya'ban,malam itu adalah malam untukku dari Rasulullah saw, Rasulullah saw menghampiriku dan memasuki selimutku, dan aku terbangun di tengah malam, dan aku tidak menemukan dia lagi ."aku berkata: "mungkin dia pergi kerumah istri mudanya, Al Qibtiah. "maka akupun keluar masjid dan kakiku menyentuh sesuatu, Rasulullah bersabda : "Telah sujud padaMU tubuh dan jiwaku yang telah beriman pada-MU. Ini tanganku dan sesuatu yang aku ambil untuk diriku. Wahai Tuhan yang Maha Agung, yang diharapkan pada semua urusan yang besar besar, Ampunilah dosa pendengaran dan penglihatannya. "Lalu beliau saw mengangkat kepalanya dan bersabda ; "Ya Allah, berilah aku hati yang bertaqwa, bersih dari Syirik dan suci, tidak kafir dan tidak celaka. "Lalu beliau saw bersujud lagi, dan kudengar beliau bersabda ; "Aku berlindung kepada Ridlo-Mu atas kemurkaan-Mu, dan mohon ampunan-Mu atas siksa-Mu dan aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, engkau seperti memuji kepada Dzat-Mu sendiri. "Aku (Aisyah) berkata sebagaimana yang dikatakan saudaraku Dawud as ; "Aku membenamkan debu diwajahku untuk Tuan-Ku, dan seharusnya dia membenamkandalam dsebu demi tuan-Nya. Lalu Rasulullah saw mengangkat kepalanya dan aku berkata; "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusan kamu, kamu berada di lembah dan aku berada di lembah yang lain." Rasulullah saw bersabda ; "Ya Humaira', bukankah engkau tahu bahwa malam ini adalah malam nisfu sya'ban! sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla pada malam ini membebaskan penduduk neraka sebanyak jumlah kambing suku Kalbin, kecuali enam golongan yang tidak dibebaskan; (1) peminum arak. (2) orang yang berani kepada orang tuanya. (3) orang yang berzina. (4) orang yang memutuskan hubungan keluarga. (5) Mudlorib (orang yang mendorong permusuhan) dan(6) orang yang mengadu domba."

Bisa disebut malam pembagian dan penentu; sebab ada riwayat Atha' bin Yasr; "Bilamana datang malam nisfu sya'ban, maka para hamba sungguh telah menanam tanaman, menikahi beberapa istri dan membangun bangunan; padahal namanya sudah berada diantara orang orang mati. dan tidak ada yang ditunggu malaikat maut kecuali menunggu perintah untuk mencabut nyawanya.