Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Hak Istri Terhadap Suami

Kata-kata yang paling tepat  bahwa pernikahan mirip perbudakan. Jadi istri dalam perkawinan laksana budak saja.

Dalam setiap hal seorang istri wajib mentaati suaminya secara mutlak, dan dalam hadistpun banyak yang menerangkanya.

Rasulullah saw bersabda ; "Wanita manpun yang meninggal dunia, sementara suami ridlo, maka ia ada di surga." Rasulullah bersabda ; "Bila seorang wanita sholat lima waktu, berpuasa sebulan, menjaga farji-nya dan taat kepada suaminya, maka dia masuk surga Tuhannya."

Rasulullah saw pernah menerangkan tentang wanita, Beliau bersabda ; "Mereka para wanita adalah yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan menyayangi anak-anak mereka."

Rasulullah saw bersabda ; "Aku melihat neraka, dan penduduknya terbanyak dari para wanita." Ada yang bertanya ; "Mengapa bisa begitu, ya Rasul!"

Rasulullah saw bersabda ; "Mereka sering melaknat dan mengingkari suaminya (yang menggauli/jima')."

Dalam hadits lain ; "Aku diperlihatkan ke dalam surga, dan penghuni dari wanita amat sedikit." Ada yang bertanya ; "Lantas dimana para wanitanya!" Rasulullah saw bersabda ; "Mereka hanya sibuk mengurusi dua barang merah, emas perak dan minyak wangi."

Aisyah ra berkata ; Ada seorang pemuda menghadap Rasulullah saw, dia berkata "Ya Rasul, sesungguhnya aku seorang pemuda yang dipinang, namun aku benci dengan pernikahan. Lantas apa hak suami yang diberikan istri!" Rasulullah saw bersabda ; "Andaikata bagian tubuh suami sampai telapak kaki dipenuhi nanah dan istri menjilatnya, dia belum memenuhi syukurnya terhadap suami." Pemuda itu berkata ; "Apakah aku harus menikah!" Sabda Rasulullah saw ; "Ya. Menikahlah, sebab nikah yang paling utama."

Ibnu Abbas ra meriwayatkan ; Seorang wanita dari Khats'am menghadap Rasulullah saw. dia berkata ; "Sesungguhnya hak suami yang diberikan istri adalah bila suami menghendaki dan merayu (jima'), sedang wanita berada di unta (misalnya), maka dia tidak boleh menolaknya. Diantara hak suami lagi, sebaiknya wanita tidak memberi sesuatu dari rumah lelaki kecuali tanpa izin suami. Bila ia melakukannya, maka dosanya ditanggung istri dan pahalanya diberikan kepada lelaki.

Diantara haknya, sebaiknya ia tidak berpuasa sunnat kecuali atas izinnya. Bila ia tetap mengerjakan, puasanya tidak diterima, hanya memperoleh lapar dan haus. Bila si wanita keluar rumah tanpa izin suami, maka para malaikat melaknati sampai ia kembali ke rumah suami atau bertobat."

Rasulullah saw bersabda ; "Andaikan aku diperbolehkan memerintah bersujud kepada orang lain, pasti aku memerintah istri bersujud kepada suami, sebab besarnya hak atas istri.'

Rasulullah saw bersabda ; "Seorang wanita bisa dekat dengan Dzat Tuhan bila ia berada dalam rumah suami. Sesungguhnya shalat wanita dalam rumah lebih utama daripada shalat dimasjid. Shalat dikamarnya lebih utama daripada shalat diruang tengah rumahnya. Dan shalat dalam mihda' lebih utama daripada shlat dalam kamar." Mihda' ialah kamar didalam kamar. sebab tempat itu lebih tertutup.

Rasulullah saw bersabda ;

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
"Wanita adalah aurat, bila dia keluar, maka syetan selalu mengawasinya."
(HR. At-Tirmidzi no. 1183, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil no. 273, dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Rasulullah bersabda : "Wanita memiliki 10 aurat : ketika dia menikah, maka suaminya menutupi satu auratnya. Bila ia meninggal, maka kuburan akan menutupi 10 auratnya."

Istri memberikan hak suami amat banyak sekali, namun yang utama ada dua, "manjaga dan menutupi, dan tidak menuntut apa yang diluar kebutuhan dan menahan diri dari suami akan barang haram.

Memang demikian kebiasaan wanita di zaman dulu, bila seorang suami keluar dari rumahnya, maka si wanita akan berkata: "Hati hatilah memperoleh penghasilan haram. kami akan senang dan tabah menghadapi kelaparan dan penderitaan daripada menghadapi neraka."

pernah seorang lelaki zaman dahulu bepergian, sementara tetangga amat tidak syka kalau dia pergi. mereka berkata kepada istri pria itu :"mengapa kamu Ridlo dengan kepergianya! padahal dia tidak memberikan nafkah untukmu."

Jawab sang istri : "Sejak kenal suamiku, dia aku kenal sebagai orang yang pekerjaanya makan dan tidak aku kenal sebagai orang yang mencari Rizki. dan aku punya Tuhan Yang Maha  memberi makan."

Kisah

Rabi'ah binti Ismail meminang Ahmad bin abil hawari, dan ahmad tidak senang demi membela ibadahnya, dia berkata kepada rabi'ah : "Demi Allah, lantaran kesibukanku, aku tidak berkeinginan dengan wanita." Jawab Rabi'ah : "sungguh aku lebih sibuk dengan keadaanku dan tidak ada selera untukku. Aku mewarisi banyak harta dari suamiku, dan aku berharap kamu bisa menginfakkan buat teman temanmu, sehinnga aku bisa mengenal orang shaleh lantaran kamu. dan itu menjadi jalanku menuju allah SWT

Kata Ahmad : "sampai akhirnya aku minta izin kepada guruku, dan dia melarangku untuk menikah, katanya; "Diantara muridku tidak akan menikah kecuali telah berubah. namun setelah guruku mendengar perkataan rabi'ah binti Ismail, dia berkata :"nikahilah dia, Sebab dia seorang kekasih (wali) Allah.

Ini adalah bahasan orang orang beriman, kata Ahmad; "Nikahkanlah aku denganya," Rabi'ah binti Ismail dalam kalangan penduduk Syam mirip dengan Rabi'ah Al Adawiyah.

Diantara kewajiban bagi seorang ialah tidak menghamburkan harta suami , ia harus memelihara untuk suaminya. Rasulullah bersabda ; "tidak halal bagi seorang istri memberi makan dari rumah suami kecuali dengan izin suami...".

Hak orang tua wajib mengajarkan kepada putrinya agar mengajarkan kebaikan kepada suami. Sebagaimana ada riwayat bahwa asma' binti Kharijah Al fazari berkata kepada putrinya ketika menikah: "Sesungguhnya kamu sudah keluar dari sarangmuyang selama ini mengembangkan dirimu, yakni menuju ke suatu tempat  yang belum engkau kenal dan belum terbiasadenganya. kaamu sebagai dasarnya , dan dia sebagai penyanggamu. jadilah kamu sebagai budak perempuan untuk lelakimu, kamu jangan terlalu meminta, sebab dia bisa melupakanmu. Jika ia dekat, dekatilah ; jika jauh, menjauhlah: jagalah hidung, pendengaran dan matanya. sekali kali dia jangan menciumu kecuali engkau selalu harum, tidak mendengar (darimu) kecuali yang bagus tidak melihat kecuali yang bersih.".

Kata seorang pria kepada istrinya: ".....janganlah terlalu banyak keluhan, ia bisa menghilangkan kecintaan yang tertolak dari hatiku. Memang hati selalu berubah ; sungguh dalam hati ada suatu cinta dan penyakit, bila ia berkumpul, ia tidak bisa menetap dan selalu pergi."