Kondisi Jenazah di dalam Kubur

Kondisi Jenazah di dalam Kubur

Sebuah pengalaman yang tak mungkin di lupakan, dialami oleh Umar bin Abdul Aziz ra
saat dirinya berada di pemakaman salah satu saudaranya, betapa tidak, di pemakaman tersebut dirinya berkesempatan untuk berbincang dengan ahli kuburuntuk merasakan pengalaman di dalam kubur.

Dalam sebuah kesempatan , Umar bin Abdul aziz ra mengurus salah satu jenazah keluarganya yang baru saja meninggal dunia. Dirinya mengikuti tiap proses pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, menyalatinya hingga menguburkanyadi pemakaman. Namun sesuatu terjadi tatkala mayat di tanam ke liang lahatdan tanahnya sudah di mampatkan. Tiba tiba para mayat yang ada di kuburan memanggil manggil Umar ra.

“Sesungguhnya salah seorang ahli kubur memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahukan apa uang ia katakan kepadaku?” kata Umar sembari menghadap orang orang yang bertakziah “tentu” jawab mereka yang bertakziah. “Ahli kubur itu memanggilku dan berkata “maukah kuberitahu apa yang akan dialami oleh orang yang kau cintai ini?” kata Umar.

KONDISI MAYAT
Umar lantas menceritakan bahwa kain kafan para mayat di bakar, dirobek badanya serta di kunyah dagingnya . Bahkan umar juga diberitahu kondisi anggota badan para jenazah. Anggota tubuh para jenazah tersebut dicabut satu persatu hingga terpisah mulai telapak tanganya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan ke pundak kemudian pula di cabut lutut dari pahanya, lantas lutut menuju betisnya dan dari betis menuju telapak kakinya.

Sembari menangis, Umar bin Abdul aziz ra melanjutkan ceritanya bahwa umur di dunia hanya sedikit. Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan, pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup didalamnya akan mati. Celakalah bagi mereka yang tertipu olehnya. “Ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil , lihatlah berapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya” ujar Umar
“Tanyakan kepada orang kaya , apa yang tersisa dari kekayaanya ? tanyakan pula kepada orang kafir, apa yang tersisa dari kekafiranya?” tanya slah seorang penakziah kepada umar.

Umar menuturkan, kulit para mayat yang ada di kuburan tersebut warnanya menjadi pudar, dagingnya dikunyah kunyah, dan wajahnya terlumuri tanah. Hilanglah keindahan tubuhnya yang selama ini di banggakan semasa hidupnya. Tulangnya meremuk, badan membusuk, dan dagingya pun tercabik cabik. “tak ada satu orangpun yang dapat menyelamatkanya, tak terkecuali budak yang mereka miliki,” kata Umar.

TAK BISA BERAMAL
Tak hanya itu saja, Umar juga bercerita bahwa Allah SWT tak membekalisi mayat dengan kasur, bahkan tongkat untuk bertopang sekalipun. Padahal dahulu dirumahnya merereka merasakan penuh kenikmatan.

Sementara itu, kini para mayat tenggelam di bawah benaman tanah. Sudah tak ada bedanya lagi antara siang dan malam bagi mereka . Tak ada lagi kesempatan beramal. “Mereka berpisah dengan kekasih dan keluarganya, Istrinya dinikahi orang lain . Anak anaknya bebas bermain . Kerabatnya sibuk membagi bagi rumah dan harta tinggalanya. Di antara mereka ada juga yang dilapangkan kuburnya . diberi kenikmatan dan bersenang senang denganya di dalam kubur” papar Umar kepada penakziah.

Umar ra lantas menangis dan mengatakan bahwa menjadi penghuni kubur harus telah siap dengan segala amal dan perbuatanya yang akan di pertanggung jawabkan. Kita semua tak pernah tahu keputusan yang di turunkan oleh Allah SWT. Tak lama kemudian dirinya dan para penakziahpun meninggalkan tempat pemakaman.

Sekian kisah dari Umar Ra. Mungkin sedikit kisah ini bisa mengingatkan kepada kita agar selalu beramal dan perbuatan baik. Agar kelak di beri kenikmatan di yaumul akhir nanti..
Semoga bermanfaat

Baca juga: