Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia

Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia

Selama 71 tahun sejak usai penyerahan kekuasaan, harta dan kehormatannya kepada Republik Indonesia
sebagai seorang sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura, baru tahun 2016, pemerintah meresmikan patung atau tugu yang menggambarkan penyerahan tersebut.
 Tugu Penyerahan Kesultanan Siak kepada Republik Indonesia ini menggambarkan perjuangan Sultan Syarif Kasim II (SSK II) sebagai seorang nasionalis sejati.
Sultan Syarif Kasim II saat penyerahan kekuasaanya kepada Soekarno, tahun 1945, disertai dengan pemberian uang sangat banyak.
"Sultan (Syarif Kasim II) menyerahkan kekuasaanya disertai dengan uang sebanyaki 13 juta Gulden. Jumlah sangat besar untuk modal perjuangan Indonesia merdeka dari Belanda," kata Syamsuar.
Tak hanya menyerahkan uang 13 Juta Gulden, tutur Syamsuar, Sultan Syarif Kasim II juga menyerahkan mahkota dan pedang keris kesultanan ke Soekarno.
Bukan hanya itu, tutur Syamsuar, Sultan Syarif Kasim II juga seorang pejuang bagi warga Riau, melainkan juga berjuang hingga ke Aceh.
"Sultan itu anggota resimen dengan pangkal Kolonel tergabung dalam resimen Rencong di Aceh. Sultan juga dengan kesadarannya menaikkan bendera merah putih yang dijahit permaisuri, istrinya di halaman Istana siak
Pernyataan penyerahan kekuasaan ke Soekarno,t dengan penuh makna. "Itu merupakan pernyataan tak jadi Sultan lagi. Sultan siap tak tinggal di Istana, jadi rakyat biasa, sama seperti rakyat lainnya,
Tugu Peringatan penyerahan Kesultanan Siak kepada pemerintah Republik Indonesia ini peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sultan Syarif Kasim II merupakan sultan ke-12 Kerajaan Siak. Ia lahir tahun 1908 dan meninggal 60 tahun kemudian, 1968. Tugu Penyerahan Kesultanan Siak ini material pembentuk patung atau tugu menggunakan bahan perunggu. Pemilihan material ini sebagai perlambang dinamis yang selalu mengikuti perkembangan zaman.
Dimensi tugu atau patung dengan tinggi 3,5 meter, lebar patung 4 meter dengan diamater dudukan patung 5,5 meter dan diameter luasnya mencapai 15 meter.

Juga dilenglapi relief peristiwa penyerahan Kerajaan Siak secara simbolis oleh SSK II dan permaisuri kepada Presiden Soekarno di Yogyakarta tahun 1949.

Baca juga: