Media Informasi dan inspirasi santri indonesia

Wirid Kiai As’Ad Membuat Tentara Jepang Lari Tunggang Langgang


Ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia para kiai melawan dengan aneka macam cara termasuk dengan doa dan amalan-amalan. Salah satunya Pengasuh Pesantren Situbondo KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Sebelum menggelorakan perang melawan Jepang Kiai As’ad membaca Ratibul Haddad sejak tengah malam hingga subuh. Hal ini sebagaimana pernah diceritakan cucunya KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dalam ceramah agama pada peringatan Haul Majemuk pendiri dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo di Pesantren Al-Wathaniyah 43 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara 2017 silam.

Suatu ketika Kiai As’ad memasuki wilayah Jember. Sepanjang malam ia komat-kamit. Hingga penduduk setempat bertanya, ada apa gerangan, apakah yang dilafalkan beliau. Beliau lantas bercerita bila sedang wiridkan Ratibul Haddad. Menjelang subuh wiridan Kiai As’ad baru selesai.

Menurut Kiai Azaim, konon wirid tersebut diijazahkan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan yang juga merupakan guru Hadratussyekh Hasyim Asy’ari Jombang. Karomah wirid tersebut dinilai luar biasa. Jepang lari tunggang langgang menghadapi pasukan mbah As’ad.